Selamat Datang di
Pelita Sehatku
Pelita sehatku adalah usaha pemuda Indonesia untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan diri dan lingkungan. Penyelenggaraan beberapa program yang promotif dan preventif berupa penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan untuk Ibu hamil, anak, dan lansia yang kurang mampu di wilayah yang minim akses.

aboutus
Setiap manusia berhak untuk mendapatkan edukasi dan pelayanan kesehatan yang layak.
Namun, tidak jarang masyarakat Indonesia jauh dari hal yang seharusnya menjadi kebutuhan dasar mereka.
Hal ini menyulut simpati Nurul Lail Adha Mutia untuk menginisiasi sebuah aksi yang progresif dan berkelanjutan dalam upaya preventif dan promotif.
Upaya-upaya ini berperan besar dalam membentuk Health Belief Model masyarakat dalam bentuk program “Pelita Sehatku”.
Pelita Sehatku” diproyeksikan mampu mengkonstruksi health belief model masyarakat agar mereka memiliki pemahaman sebagai berikut :
Perceived Susceptibility
Percaya bahwa dapat terkena penyakit atau efek buruk dari beberapa kebiasaan yang tidak sehat

Perceived Severity
Percaya bahwa penyakit tertentu mengakibatkan hal-hal yang tidak diinginkan seperti cacat fisik dan kematian
Percaya bahwa kebiasaan pola hidup bersih dan sehat menurunkan resiko penyakit dan memberikan banyak manfaat
Perceived Benefits

Perceived Barrier
Menyadari bahwa kebiasaan hidup sehat akan menjadi pelindung untuk mencapai kesehatan

Merasa terdorong untuk menjalankan pola hidup bersih dan sehat
cues to action

self efficacy
Termotivasi untuk selalu hidup sehat
OUR HISTORY
Nurul Lail Adha Mutia bersama dengan rekan-rekannya, Aura Alya Rahma dan Benecdictus Adilfin Setya Chrisnanda, berkesempatan untuk mengabdi di sebuah daerah di Malang pada masa orientasi mereka.
Simpati mereka muncul saat melihat wilayah yang seharusnya sudah berkembang masih jauh dari kesadaran akan kesehatan.
PROBLEMS
-
31,86% memiliki riwayat komplikasi selama kehamilan, 29,53% mengalami komplikasi persalinan, dan 6,61% bayi lahir dengan berat badan lahir rendah lebih dari 25 % diantaranya tidak diberi penanganan apapunbayi lahir dengan berat badan lahir rendah lebih.
-
32,9% anak usia 12-23 bulan tidak mendapatkan imunisasi dasar lengkap, 17,88% anak usia 1- 4 tahun didiagnosa infeksi saluran pernapasan atas, 38,46% bayi tidak menerima ASI eksklusif yang faktor risiko terjadinya stunting, dan hanya 48,07% anak usia 6-23 bulan yang mendapatkan makanan beragam.
-
31,23% lansia usia 65-74 didiagnosis menderita hipertensi dan hanya 17,96% diantaranya rutin melakukan pengukuran tekanan darah. Lalu Sebanyak 54,22% populasi mengalami permasalahan gigi dan mulut tetapi hanya 9,76% yang menerima perawatan dari tenaga medis gigi.
WHAT WE DO
Kami merealisasikan visi kami untuk menolong jiwa-jiwa di penjuru negeri dengan mengadakan penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat yang tidak memiliki akses.
Pandemi COVID-19 yang masih belum juga reda, menanam keengganan masyarakat untuk memeriksa kesehatan mereka secara rutin. Dengan begitu gerakan pertama kami dimulai dari yang terdekat, Desa Pandansari. Rangkaian acara yang kami selenggarakan dibagi menjadi 5 bagian.
OUR SOLUTIONS
Melihat keadaan ini mereka berusaha menemukan cara untuk menyelesaikan permasalahan ini satu per satu.
Mereka membangun sebuah grand design yang menjadi landasan lahirnya Pelita Sehatku.
Bersama dengan dibukanya kesempatan dalam Paragon Innovative Fellowship.
Pelita Sehatku dibawa melewati beberapa seleksi sebelum akhirnya lolos dan terealisasi.
Paragon menjadi wadah yang memfasilitasi dan membimbing perkembangan program ini.
VISION, MISSION, & GOALS
VISION
Menolong lebih banyak jiwa di seluruh penjuru negeri demi masa depan cemerlang yang dapat diselamatkan sejak dini
MISSION
Menyediakan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan Membentuk health belief model dalam masyarakat melalui upaya promotif dan preventif Menjalankan program hingga terus berkelanjutan
GOALS
a. Menurunkan angka kematian ibu dan anak
b. Menurunkan angka stunting
c. Meningkatkan taraf kesehatan lansia, ibu hamil, bayi, balita, dan anak
d. Meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan gigi dan mulut
e. Meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan lingkungan
f. Meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap gizi seimbang


